Ia berjalan perlahan di lorong panjang. Tak ingat sama sekali ia kapan ia mulai berjalan tapi tahu-tahu telapak kakinya berdarah. Ia berhenti sebentar, kemudian mengumpat lalu berjalan lagi. Beberapa langkah kemudian dihadapannya tampak sosok hitam, tersenyum menyeringai:
"Makan apa kamu sarapan tadi?"
Ia menatap tak mengerti. Di pergelangan tangannya kemudian muncul rama-rama yang lalu terbang diantara ia dan sosok hitam itu. Mendadak dari sosok hitam itu keluar lidah panjang mencaplok rama-rama itu. Sosok itu tersenyum semakin lebar.
"Aku baru saja memakan rama-rama," ujar sosok hitam itu.
Sosok itu kemudian tertawa kencang lalu menghilang ditelan bayangannya sendiri. Ia mengusap-usap wajahnya tak percaya. Jempolnya menyentuh dagu sementara jemari lainnya menyentuh ubun-ubunnya. Ia rasakan udara semakin berat. Api menyala di kejauhan. Ia berjalan pelan mendekat ke api.
Sesampai di api perlahan muncul sayap dari punggungnya. Dan rambutnya berubah menjadi sungut. Tangannya berubah tipis. Ia menjelma rama-rama.
Perlahan ia lepas landas dari pergelangan tangannya sendiri yang disangkanya api. Dan saat terbang ia merasa bebas luar biasa. Ia tahu ia kecil tapi ia merasa ia bisa berada di manapun. Bahkan sekarang ia berada dimanapun.
Lalu yang terakhir dilihatnya lidah merah panjang yang mencaploknya. Berikutnya ia sudah tak ingat lagi saat gigi-gigi taring putih yang mengoyak tubuhnya tersusun rapih dan menyeringai pelan lalu keluar kata,
"Aku baru saja memakan rama-rama."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar