Senin, 06 Mei 2013

Kairo

Aku tak tahu jam berapa saat ini. Sungguh. Mungkin karena aku tertidur sore-sore padahal matahari masih bersinar kuat-kuat. Atau karena belum kuset jamku. Aku sebenarnya masih berandai banyak hal dan jam berapa sekarang mungkin bukan salah satu hal penting saat ini.

Namun aku terbangun juga. Aku mengusap muka mengusir kantuk tapi percuma. Di luar tahu-tahu sudah gelap. Aku memutuskan untuk meminum teh.

Aku tarik kakiku perlahan. Ya Tuhan, dinginnya lantai menampar pelan setiap langkah yang aku ambil. Kunyalakan air keran lalu kubasuh mukaku pelan. Wajah kusut dan mengantuk membalas tatapanku dari cermin. Aku hanya tersenyum. 

Air sudah kupanaskan, teh sudah kutaruh siap untuk kuseduh. Aku nyalakan televisi. Orang-orang berbahasa asing berbicara satu sama lain. Aku tak mengerti.

Dan beranda serta angin padang pasir menyapu pelan rambutku. Teh sudah kupegang dan kuseruput pelan. Aku tersenyum. Ah, Kairo

2 komentar: